,مليسيا دان اسلام بوکن ميليک اورڠ ڤوليتيک
, مک ڤرجواڠن اݢام تتڤ دڤرجواڠکن اوليه اومت اسلام دري بيدڠ يڠ لاءين
سام اد كامي منڠ اتاو كامي ماتي

PERJALAN HAJI AKI


Showing posts with label INJIL DI UBAH. Show all posts
Showing posts with label INJIL DI UBAH. Show all posts

Saturday, 22 February 2014

AKU BUKAN ULAMAK - INJIL DI UBAH, PANDANGAN AMUKANMELAYU DI PERDEBATKAN DI PERINGKAT ANTARA BANGSA



POPE DAN PADERI TIDAK JUJUR DAN MENGKHIANATI NABI ISA

Amukanmelayu ketengahkan jawapan kepada semua masalah ini hanya mampu di jawab dengan kejujuran dan kajian. Anda perlu mencari sendiri jawapannya. Langkah pertama adalah dengan mengkaji sendiri AL-KITAB yang menjadi pegangan anda itu.

Pernahkah anda bertanya adakah ianya berasal dari salinan yang asal atau telah di ubahsuai atau di pinda. Ada berapa kitab yang asalnya? Jawapannya ada disini. Amukanmelayu membantu anda untuk mencari kebenaran. Jangan sesekali emosi dalam mencari kebenaran berugama.

POPE DAN PADERI MENYEMBUNYIKAN DAN MENGKHIANATI KEBENARAN KITAB INJIL UMAT TERDAHULU, SEDANGKAN NABI ISA MINTA DI SAMPAIKAN KEPADA UMATNYA



# PERHATIAN - Jika haram di awalnya atau di KITAB ASAL, HARAMLAH hingga ke akhir zaman. Ini kerana WAHYU dari ALLAH. Persoalannya, adakah Nabi Isa utusan Allah mengatakannya HALAL? Atau adakah Nabi Isa pernah makan daging babi tak kiralah babi hutan atau babi Bandar atau babi peliharaan. Mengubah apa jua dari kitab yang asal walau pun satu huruf maka ianya akan menjadikan sesiapa yang mengubahnya itu berdosa. Untuk itu, anda carilah SALINAN KITAB yang ASAL yang di gunakan oleh Nabi Isa Alaihissalam untuk mencari kebenaran. Jadilah seorang yang pintar dan jujur sebagai se orang yang berpegang kepada AJARAN NABI ISA.


Pandangan Sejarah :

Dalam KITAB INJIL dalam Bahasa Greek dan TAURAT pula di turunkan dalam Bahasa HEBREW, Yang Maha Berkuasa di sebut  "El, Eloh, Elohi dan Yahweh".


Begitu juga dalam KITAB TAURAT atau INJIL. Jika dikaji fakta sejarah, bahasa sebenarnya yang digunakan dalam Taurat  adalah Hebrew dan Injil adalah Greek. Perkataan "God" dalam bahasa Hebrew adalah "El, Eloh, Elohi dan Yahweh". Oleh itu untuk MENGEKALKAN KEASLIANNYA hendaklah kedua-dua KITAB ini di kekalkan dalam BAHASANYA ASALNYA. Ini kerana INTONATION dalam satu-satu Bahasa itu dengan Bahasa yang lain adalah berbeza dan akan membawa maksud yang berlainan.


JELAS, POPE Berbohong lagi kepada Penganut Kristian dan melanggar amanah Nabi Isa untuk menyampaikan INJIL dengan sebenar-benarnya.


Kitab Perjanjian Lama

T

Kitab Perjanjian Baru
Jika sebenar-benarnya Kamu Ikhlas sebagai Ahli Kitab(Al-Kitab) kamu tiada alasan untuk menyangkalkan yang Nabi Muhammad saw disebut banyak kali di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru(Yang Origenal) yang merupakan Kitab Suci bagi kaum Yahudi, secara tidak langsung ia juga menjadi bukti terhadap kaum Nasrani (Kristian) kerana kamu juga beriman dengannya dan menganggapnya sebahagian daripada kitab suci kamu.



From - To Amukanmelayu - brothers of Christians. Brother, Kebaikankan is the dream of everyone who believes. Do you believe? I believe that you are a believer in THE BIBLE. Make GOODNESS is everyone's dream. kiji But why are there bad people? We become evil is because we are given guidance by the wicked. 
The difference between the wicked and the good ones are good. Who should we follow to become our idol in doing things this good? BEARING rightly BOOKS GOD that was sent to them as a guide to be a good man and a believer. Who is the messenger of Allah? They are the prophets who got a revelation from God and the commandments of God to deliver tatahidup religion. 
Clusters most people who live the Faith is in the West, the Middle East and Southeast Asia. West and Europe in monopoly by Christianity, Islam and western Asia is Southeast Asia (archipelago) as well as in the monopoly of Islam. How Christians came to the West when it comes from the Middle East? How Islam to Southeast Asia is that it started in the Middle East? 
The simple answer to this question kiji is: Preachers. Are they honest with their preaching? This is where the beginning of this issue. Do not they use the opportunity to preach this for personal gain? This is what Amukanmelayu want to point out. The answer to all these problems can only be answered kiji with honesty and study. You have to find your own answer. The first step is to examine your own BIBLE which you hold it. Have you ever wanted kiji to know whether it is derived from an original or has been modified or amended. 
How many books are original? The answer is here. Amukanmelayu help you to find the truth. Never emotion in seeking the truth of religion. Look at the base to find the truth of this. They are trying to hide some things kiji and change them to suit their interests and you are stuck with their instructions while the original Verses from the Messenger of God was very far from their nature that supposedly can forgive you when the pastor was also a human being or like you. 
See the case of pigs, why did they change it from the original BOOK? See STUDY and REVIEW OF THE GOSPEL Above that in doing this in Indonesia. 1. According to the 1928 Ancient Bible, particularly the Book of Deuteronomy 14:7, prohibit eating "rabbit", but according to the Bible Christians in 1991 and 2001, the Book of Deuteronomy kiji 14:7, transformed into a "jungle bunny". Further, according to the 1928 Ancient Bible, specifically Deuteronomy 14:8, illegal eat "pork", but according to the Bible of 1991 and 2001, the only "wild boar" banned. 2. According to the 1928 Ancient Bible, particularly the Book of Leviticus 11:7, forbidden to eat "pork", but according to the Bible of 1991 and 2001, the Book of Leviticus 11:7, which is illegal "wild kiji boar", while pig village, city, and pork ngepet bule , 
# NOTE - If illegal in the first or in THE ORIGINAL, unclean until the end of time. This is because kiji the revelation from God. The question is whether kiji the Messenger of Allah Jesus mengtakannya Halal? Or did Jesus ever ate pork no matter how wild boar or pig or pig City. Changing any of the original book, even one letter then it would make anyone turn to sin. For that, you look for the ORIGINAL COPY OF THE consumed by Jesus Alaihissalam to find the truth. Be smart and honest as per those who adhere to the teachings of Jesus Christ. Pope Benedict Emeritus CONCEALED AND TRAITOR NATION IN ADVANCE OF THE GOSPEL TRUTH, whereas JESUS HAVE TO DELIVER ON HIS

In the Greek language used in the Bible, "God" means Theos. In conclusion, the Word of God is not a real translation for God in the Torah and the Gospel. CLEAR, Pope Lying again to Christians and violating trust Jesus to deliver GOSPEL truth. Pope Benedict kiji Emeritus CONCEALED kiji NATION IN ADVANCE OF THE GOSPEL kiji TRUTH, kiji whereas JESUS HAVE TO DELIVER ON HIS

It can not be refuted, when the Prophet Muhammad is mentioned in the Old Testament is the Jewish Scriptures, indirectly it is also a testament to the Christians (Christians) kiji because they believe in it and consider it part of their holy book. What has been featured kiji on the announcement, news of the Prophet Muhammad in the Old Testament has come to be an argument over the Jews and the Christians simultaneously because they all believe that it is a revelation from God, but they are trying to turn the opposite meaning.
If in truth you Ik


AMUKANMELAYU - Syukur jika ini adaah pandangan mereka dari Saudara Kristian yang mencari kebenaran BERUGAMA. Kembalilah kepada ISLAM......

Saturday, 1 February 2014

KALIMAH ALLAH - PAS DAN PKR TERLEBIH SUDU DARI KUAH


Apakah ini yang di maksudkan dengan AYAT di bawah


فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]


Dalam KITAB INJIL dalam Bahasa Greek dan TAURAT pula di turunkan dalam Bahasa HEBREW, Yang Maha Berkuasa di sebut  "El, Eloh, Elohi dan Yahweh".

AL-QUR'AN di turunkan dalam bahasa Arab dan ianya di kekalkan untuk PENGANUTNYA membaca dan menulisnya dalam Bahasa Arab. Ini kerana INTONATION dalam satu-satu Bahasa itu dengan Bahasa yang lain adalah berbeza dan akan membawa maksud yang berlainan. Ini adalah penting untuk mengekalkan satu-satu KITAB itu dalam bahasa yang asalnya. ALLAH hanya di di gunakan dalam AL-QURAN sahaja dan ianya KHUSUS untuk UMAT ISLAM.


Begitu juga dalam KITAB TAURAT atau INJIL. Jika dikaji fakta sejarah, bahasa sebenarnya yang digunakan dalam Taurat  adalah Hebrew dan Injil adalah Greek. Perkataan "God" dalam bahasa Hebrew adalah "El, Eloh, Elohi dan Yahweh". Oleh itu untuk MENGEKALKAN KEASLIANNYA hendaklah kedua-dua KITAB ini di kekalkan dalam BAHASANYA ASALNYA. Ini kerana INTONATION dalam satu-satu Bahasa itu dengan Bahasa yang lain adalah berbeza dan akan membawa maksud yang berlainan.

Ini bukti dari KITAB (Terjemahan) ASAL yang tiada perkataan ALLAH: 
New Testament, in chapter 27, verse 46 of the Gospel of St. Matthew which states: 


At about three o'clock Jesus cried with a loud voice: "Eli, Eli, lama sabachthani.


Dalam bahasa Greek yang digunakan dalam Injil, "God" bermaksud Theos. 

Kesimpulannya, KALIMAH ALLAH bukanlah terjemahan sebenar bagi God dalam Taurat dan Injil. 

Pope Benedict XVI Keluarkan Kenyataan - Al-Rab Adalah Panggilan Tuhan Orang Kristian, Bukannya Allah!!






http://www.malaysia-today.net/pope-benedict-xvi-may-al-rab-not-allah-bless-you/

Pope Benedict XVI: May Al-Rab (not Allah) Bless You

In his latest audience, the Pope blessed Arabic speakers in Arabic. It is notable that he did not use the word “Allah” for God, but the word “al-Rab,” or Lord.

CORPUS CHRISTI, TX (Catholic Online) – On the Commonweal magazine blog, Michael Peppard posted an article entitled “Pope Benedict: ‘May Allah bless you all!”

While it is unquestionably true that the Holy Father gave a blessing Arabic, he did not say “May Allah bless you all!” as Peppard states.

Peppard says in his article that there is only one word that could have been used by the Pope, and that word was “Allah.”

But in fact, the whole article is built on a faulty premise. There are other words that may be used to refer to God other than Allah, although Allah is certainly one.

The text in Arabic, which can be found on the Vatican website is:

Translated, the meaning is “The pope prays for all Arabic speakers. May God bless you all.”
The word used for “God,” however, was not Allah, but rather al-Rab or Lord.

http://www.catholic.org/international/international_story.php?id=47974

Bekas Hakim : Islam dan Kristian Hentikan Bahas Isu Kalimah Allah

Rakyat News


KUALA LUMPUR, 1 Feb - Bagi memelihara keamanan dan keharmonian dalam kalangan rakyat, masyarakat Islam dan Kristian perlu berhenti daripada berbahas tentang isu kalimah Allah.

Ketika menyuarakan saranan itu, bekas hakim Mahkamah Rayuan Datuk Mohd Noor Abdullah berkata, ini kerana kebanyakan kumpulan Islam dan Kristian tidak memahami atau tidak mahir tentang undang-undang negeri dan persekutuan.

Menurutnya peruntukkan dalam Perlembagaan Persekutuan membenarkan orang Islam menyebarkan ajaran agamanya kepada bukan Islam, manakala orang bukan Islam pula dibenarkan menyebarkan agama atau kepercayaannya kepada orang atau pengikut agama lain, kecuali kepada orang Islam.

Beliau berkata Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan menyatakan bahawa setiap individu berhak menganut, mengamalkan dan menyebarkan agama atau kepercayaan masing-masing.

"Bagaimanapun, Perkara 11 (4) perlembagaan itu menyebut bahawa penyebaran agama orang bukan Islam dalam kalangan orang Islam adalah dilarang.

"Ini bermakna, Perkara 11(4) memberi kuasa kepada negeri melalui badan perundangan negeri untuk menggubal undang-undang bagi mengawal penyebaran agama atau kepercayaan bukan Islam kepada orang Islam," katanya kepada Bernama di Menara Felda di sini.

Mohd Noor berkata ini bererti sesebuah kerajaan negeri mempunyai kuasa untuk menyekat penyebaran mana-mana agama, akidah, ideologi atau malah kepercayaan yang mengandungi walaupun sedikit ajaran bukan Islam dalam sebarang bentuk.

Beliau seterusnya menjelaskan bahawa Seksyen 9 (1) Enakmen Agama Bukan Islam (Kawalan Pengembangan Dalam Kalangan Orang Islam) Selangor 1988 melarang orang bukan Islam daripada menggunakan dalam penulisan atau ucapan, mana-mana daripada 25 perkataan yang terkandung dalam Bahagian 1 Jadual berkaitan agama bukan Islam.

"Seseorang bukan Islam didapati melakukan kesalahan sekiranya dia menggunakan perkataan Allah dan perkataan Arab lain seperti Firman Allah, Ulama, Hadith, Ibadah, Kaabah, Kadi, Ilahi, Wahyu, Mubaligh, Syariah, Qiblat, Haji, Mufti, Rasul, Iman, Dakwah, Injil, Salat, Khalifah, Wali, Fatwa, Imam, Nabi dan Sheikh," katanya.

Seksyen 9 (2) juga melarang orang bukan Islam daripada menggunakan 10 kalimah berasal daripada agama Islam seperti yang ditetapkan di dalam Bahagian II Jadual berkenaan, termasuk Alhamdulillah, Insya-Allah, Allahu Akbar, Astaghfirullahal Azim dan Masya Allah.

Di samping Seksyen 9, Mohd Noor berkata Enakmen Selangor itu juga mendapati adalah menjadi kesalahan bagi seseorang bukan Islam apabila di: mempengaruhi atau menghasut seseorang Islam supaya menukar agamanya (Seksyen 4); menyebabkan seseorang Islam bawah umur terpengaruh dengan agama bukan Islam (Seksyen 5).

Perbuatan lain yang menjadi kesalahan ialah: mengajak orang Islam mendengar ucapan tentang atau melihat pameran tentang sebarang perkara berkaitan agama bukan Islam (Seksyen 6); mengirim atau menyampaikan sebarang penerbitan berkaitan agama bukan Islam kepada seseorang Islam (Seksyen 7); dan menyebar di tempat awam sebarang penerbitan berkaitan agama bukan Islam kepada orang Islam (Seksyen 8).

Mohd Noor berkata setakat ini, 10 negeri meluluskan enakmen serupa yang mempunyai peruntukan hampir sama, kecuali dari segi hukuman, perkataan dan ungkapan.

Kata beliau Kelantan mengenakan hukuman paling berat, termasuk sebatan mandatori bagi semua kesalahan, manakala Enakmen Negeri Johor pula, walaupun tidak mengandungi sebarang Jadual, tetapi mengenakan larangan menyeluruh tentang penggunaan sebarang kalimah berasal daripada agama Islam.

"Dalam kata-kata lain, secara undang-undang, kalimah dan ungkapan tertentu ini menjadi milik eksklusif agama Islam.

Tidak akan menjadi masalah sekiranya kalimah berkenaan tidak langsung digunakan oleh agama lain.

"Enakmen Selangor tidak menyebut tentang kesalahan syariah, tetapi kesalahan sivil, yang bermakna, sesuatu kes itu akan dibicarakan di mahkamah sivil, bukan di mahkamah syariah, yang bidang kuasanya hanya meliputi orang Islam," kata beliau.

Mohd Noor berkata perkara berkaitan agama yang termasuk di bawah bidang kuasa negeri, perlu ditangani dengan paling sensitif agar sebarang tindakan yang diambil, tidak melukai perasaan mana-mana kaum di negara ini.

"Itulah sebabnya Kabinet menganjurkan penyelesaian 10 Perkara, yang membenarkan orang Kristian menggunakan 'Allah' dalam Bible Bahasa Malaysia. Ia juga membenarkan Bible dalam semua bahasa, bukan setakat diimport ke negara ini, malah dicetak di Semenanjung, Sabah dan Sarawak," katanya.

Kontroversi berhubung kalimah Allah tercetus daripada keputusan Mahkamah Tinggi pada 2009, yang mengekalkan hak gereja Katolik dari segi perlembagaan untuk menggunakan perkataan itu dalam seksyen bahasa Malaysia penerbitan majalah mingguannya, 'The Herald'.'

Isu ini timbul semula awal bulan ini apabila Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) menyerbu Bible Society of Malaysia (BSM) dan merampas kira-kira 300 naskhah Bible dalam bahasa Melayu dan Iban serta menahan dua pegawai BSM.

Ketegangan, khususnya antara masyarakat Islam dan Kristian, reda apabila pada 14 Okt tahun lepas, Mahkamah Rayuan membuat keputusannya tentang penggunaan kalimah Allah dalam seksyen bahasa Malaysia, 'The Herald'. Keputusan itu dilihat sebagai melarang penggunaan kalimah Allah oleh semua orang bukan Islam.

Keputusan mengenai pertikaian undang-undang antara kerajaan dan Gereja Katolik masih tertangguh di Mahkamah Persekutuan, yang mendengar kes itu pada 5 Mac ini.

Sementara itu, Exco Pemua Umno dan cendekiawan Islam Dr Fathul Bari Mat menegaskan bahawa gerakan dakwah atau usaha menyebarkan ajaran Islam perlu mematuhi tiga kriteria iaitu Perlembagaan, hukum Islam dan sensitiviti masyarakat tempatan.

"Walaupun tiada siapa boleh disekat daripada menunaikan hak asasinya, mereka masih mempunyai pilihan.

Bagi orang Islam, kami tidak mempunyai pilihan selain daripada menggunakan kalimah Allah, tapi bagi orang Kristian, mereka boleh memilih sama ada menggunakan 'Lord' atau God' atau 'Jesus' bagi merujuk kepada Tuhan mereka.

"Bagaimanapun, dalam kes ini, mereka bertegas untuk menggunakan kalimah Allah, yang telah mengelirukan umat Islam dan menimbulkan suasana sensitif serta tidak harmoni dalam kalangan masyarakat Islam," katanya.

Beliau merujuk kepada keputusan Mahkamah Agung India yang mengekalkan larangan yang dikenakan kerajaan negeri Gujarat terhadap penyembelihan lembu pada 2005 dan berpendapat rakyat Malaysia juga perlu mengelak daripada melukai perasaan, kepercayaan dan amalan satu sama lain.


AMUKANMELAYU - Nak GUNAKAN KALIMAH ALLAH dalam Injil oleh PADERI KRISTIAN SEMENANJUNG adalah dengan NIAT untuk mengKRISTIANkan Islamelayu selepas 500 mereka gagal melakukannya ke atas BANI THA MIM.

Sunday, 26 January 2014

POPE DAN PADERI MENYEMBUNYIKAN DAN MENGKHIANATI KEBENARAN KITAB INJIL UMAT TERDAHULU, SEDANGKAN NABI ISA MINTA DI SAMPAIKAN KEPADA UMATNYA


POPE DAN PADERI TIDAK JUJUR DAN MENGKHIANATI NABI ISA

Amukanmelayu ketengahkan jawapan kepada semua masalah ini hanya mampu di jawab dengan kejujuran dan kajian. Anda perlu mencari sendiri jawapannya. Langkah pertama adalah dengan mengkaji sendiri AL-KITAB yang menjadi pegangan anda itu.

Pernahkah anda bertanya adakah ianya berasal dari salinan yang asal atau telah di ubahsuai atau di pinda. Ada berapa kitab yang asalnya? Jawapannya ada disini. Amukanmelayu membantu anda untuk mencari kebenaran. Jangan sesekali emosi dalam mencari kebenaran berugama.

Lihatlah dari asas untuk mencari kebenaran ini. Paderi-paderi menyembunyikan beberapa perkara dan mengubahnya untuk kesesuaian dengan kepentingan mereka dan anda terperangkap dengan arahan mereka sedangkan dalam KITAB yang asal dari Utusan Allah itu amat jauh sifatnya dari mereka yang kononnya dapat mengampunkan dosa anda sedangkan PADERI itu juga makluk atau manusia macam anda. Lihat dalam kes babi, kenapa mereka mengubahnya dari KITAB yang asal? Lihat KAJIAN dan SEMAKAN Keatas KITAB INJIL yang di lakukan ini.

1. Menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Kitab Ulangan 14:7, melarang makan "arnab", tetapi menurut Alkitab Kristen tahun 1991 dan 2001, Kitab Ulangan 14:7, diubah menjadi "arnab hutan". Selanjutnya, menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Ulangan 14:8, haram makan "babi", tetapi menurut Alkitab tahun 1991 dan 2001, hanya "babi hutan" yang diharamkan.

2. Menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Kitab Imamat 11:7, haram makan "babi", tetapi menurut Alkitab tahun 1991 dan 2001, Kitab Imamat 11:7, yang haram "babi hutan", sedangkan babi kampung, kota, ngepet dan babi pelihara.


# PERHATIAN - Jika haram di awalnya atau di KITAB ASAL, HARAMLAH hingga ke akhir zaman. Ini kerana WAHYU dari ALLAH. Persoalannya, adakah Nabi Isa utusan Allah mengatakannya HALAL? Atau adakah Nabi Isa pernah makan daging babi tak kiralah babi hutan atau babi Bandar atau babi peliharaan. Mengubah apa jua dari kitab yang asal walau pun satu huruf maka ianya akan menjadikan sesiapa yang mengubahnya itu berdosa. Untuk itu, anda carilah SALINAN KITAB yang ASAL yang di gunakan oleh Nabi Isa Alaihissalam untuk mencari kebenaran. Jadilah seorang yang pintar dan jujur sebagai se orang yang berpegang kepada AJARAN NABI ISA.


Pandangan Sejarah :
Dalam KITAB INJIL dalam Bahasa Greek dan TAURAT pula di turunkan dalam Bahasa HEBREW, Yang Maha Berkuasa di sebut  "El, Eloh, Elohi dan Yahweh".
AL-QUR'AN di turunkan dalam bahasa Arab dan ianya di kekalkan untuk PENGANUTNYA membaca dan menulisnya dalam Bahasa Arab. Ini kerana INTONATION dalam satu-satu Bahasa itu dengan Bahasa yang lain adalah berbeza dan akan membawa maksud yang berlainan. Ini adalah penting untuk mengekalkan satu-satu KITAB itu dalam bahasa yang asalnya. ALLAH hanya di di gunakan dalam AL-QURAN sahaja dan ianya KHUSUS untuk UMAT ISLAM.

Begitu juga dalam KITAB TAURAT atau INJIL. Jika dikaji fakta sejarah, bahasa sebenarnya yang digunakan dalam Taurat  adalah Hebrew dan Injil adalah Greek. Perkataan "God" dalam bahasa Hebrew adalah "El, Eloh, Elohi dan Yahweh". Oleh itu untuk MENGEKALKAN KEASLIANNYA hendaklah kedua-dua KITAB ini di kekalkan dalam BAHASANYA ASALNYA. Ini kerana INTONATION dalam satu-satu Bahasa itu dengan Bahasa yang lain adalah berbeza dan akan membawa maksud yang berlainan.
Ini bukti dari KITAB (Terjemahan) ASAL yang tiada perkataan ALLAH:  
New Testament, in chapter 27, verse 46 of the Gospel of St. Matthew which states: 


At about three o'clock Jesus cried with a loud voice: "Eli, Eli, lama sabachthani?

 

Dalam bahasa Greek yang digunakan dalam Injil, "God" bermaksud Theos. Kesimpulannya, KALIMAH ALLAH bukanlah terjemahan sebenar bagi God dalam Taurat dan Injil.

JELAS, POPE Berbohong lagi kepada Penganut Kristian dan melanggar amanah Nabi Isa untuk menyampaikan INJIL dengan sebenar-benarnya.


Kitab Perjanjian Lama

Tidaklah dapat disangkalkan apabila Nabi Muhammad saw disebut di dalam Kitab Perjanjian Lama yang merupakan Kitab Suci bagi kaum Yahudi, secara tidak langsung ia juga menjadi bukti terhadap kaum Nasrani (Kristian) kerana mereka juga beriman dengannya dan menganggapnya sebahagian daripada kitab suci mereka.
 Apa yang telah dipaparkan mengenai perkhabaran-perkhabaran tentang Nabi Muhammad saw di dalam Perjanjian Lama telah cukup untuk menjadi bukti ke atas Yahudi dan Nasrani dengan serentak kerana mereka semua mempercayai bahawa ianya wahyu daripada Allah swt, kecuali PADERI anda berusaha memesongkan maksudnya yang asal atas kepentingan tertentu yang ianya sudah pasti bercanggah dengan apa yang di bawa oleh Nabi Isa. 
Kitab Perjanjian Baru
Jika sebenar-benarnya Kamu Ikhlas sebagai Ahli Kitab(Al-Kitab) kamu tiada alasan untuk menyangkalkan yang Nabi Muhammad saw disebut banyak kali di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru(Yang Origenal) yang merupakan Kitab Suci bagi kaum Yahudi, secara tidak langsung ia juga menjadi bukti terhadap kaum Nasrani (Kristian) kerana kamu juga beriman dengannya dan menganggapnya sebahagian daripada kitab suci kamu. 

Apa yang telah dipaparkan mengenai perkhabaran-perkhabaran tentang Nabi Muhammad saw di dalam Perjanjian Lama dan Baru telah cukup untuk menjadi hujah ke atas Paderi kamu(Yahudi dan Nasrani) dengan serentak kerana Anda semua mempercayai bahawa ianya wahyu daripada Allah swt, kecuali mereka berusaha menipu kamu dan memperbodohkan kamu atau sengaja mereka mahu anda INGKAR kepada Nabi Isa.
1 - Di dalam Yuhana (15/26) berkata Isa Al-Masih mengenai Nabi Muhammad saw, ujarnya: “Sekiranya datang ‘Munhamana’ dialah orang yang Allah swt utuskan kepada sekalian kamu.”
 

Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (surah : Ash-Shaff Ayat : 6)

Perkataan ‘Munhamana’ yang merupakan bahasa Siryani secara lafaznya bererti ‘Muhammad’. Perlu diambil perhatian bahawanya perkhabaran Nabi Isa as ini telah digugurkan daripada cetakan-cetakan baru bagi kitab Injil, tetapi ianya masih terdapat di dalam cetakan-cetakan yang lama bagi Kitab Injil.
2 - Di dalam Yuhana (4/19,20,21) perbualan seorang perempuan dengan Isa Al-Masih di mana perempuan itu berkata kepada Al-Masih: “Wahai penghuluku, aku meyakini bahawa engkau seorang nabi. Sesungguhnya datuk moyang kami telah bersujud (sembahyang) pada bukit ini, dan engkau sentiasa berkata: Sesungguhnya pada Urasyalem merupakan tempat yang mesti dilakukan sujud padanya”. Lalu Al-Masih berkata kepadanya:

“Wahai perempuan, percayalah kepadaku sesungguhnya akan tiba suatu masa yang mana kamu tidak lagi bersujud padanya, tidak pada bukit ini dan tidak pada Urasyalem”.
Ini merupakan isyarat Nabi Isa as berkenaan pemalingan kiblat dan ianya bertepatan dengan apa yang difirmankan oleh Allah swt yang berbunyi:

   

 سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلاَهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِيْ كَانُوْا عَلَيْهَا قُلْ ِللهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ يَهْدِيْ مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Akan berkata orang-orang bodoh dari kalangan manusia apakah yang memalingkan mereka (orang-orang yang beriman) daripada kiblat yang telah mereka berhadap ke arahnya (al-Baqarah;142)

Perkhabaran di dalam Kitab Injil Barnabas

Apa yang telah lalu merupakan isyarat-isyarat dan perkhabaran-perkhabaran yang terdapat di dalam 4 buah kitab Injil yang rasmi dan diakui di sisi kebanyakkan golongan-golongan Nasrani (Kristian). Kita tidak terdedah sehingga sekarang kepada Injil-injil yang tidak diakui oleh pihak gereja yang mana bilangannya lebih banyak, di antaranya adalah Kitab ‘Injil Barhaba’ yang terdapat di dalamnya khabar-khabar gembira mengenai Nabi Muhammad saw secara terang dan jelas. 
Kitab Injil Barnabas berusia lebih 1500 tahun yang ditemui baru-baru ini

Sesungguhnya telah didapati naskhah yang lain di Spanyol pada awal kurun ke-18 di dalam 220 muka surat yang mengandungi 222 fasal. Naskhah ini telah sampai ke tangan seorang orientalis bernama Sale, kemudiannya berpindah ke tangan Doktor Mancius yang merupakan salah seorang anggota sebuah fakulti di Oxford. Beliau lalu menterjemahkannya ke bahasa Inggeris.
Perkhabaran-perkhabaran di dalam Kitab Injil Barnaba yang menyebut tentang Nabi saw adalah seperti berikut:
  1. Di dalam Barnabas (17/22-23) Isa Al-Masih berkata: “Akan datang selepasku kemegahan sekelian nabi-nabi dan wali-wali, dia akan keluar sebagai cahaya yang menerangi kegelapan-kegelapan yang menyulubungi perkataan para anbiya’, kerana dia adalah Rasulullah (utusan Allah).
  2. Di dalam Barnabas (36/6) Isa Al-Masih berkata: “Sesungguhnya telah datang segala anbiya’ kecuali Rasulullah yang akan datang selepasku, kerana bahawasanya Allah mengkehendaki berlakunya demikian sehinggalah aku yang akan menyediakan jalannya.”
  3. Di dalam Barnaba (42/13) ketika Isa Al-Masih di tanya adakah beliau rasul yang ditunggu-tunggukan itu? Beliau menjawab dengan katanya: “Sesunguhnya mukjizat-mukjizat yang Allah lakukan ke atas dua tanganku menunjukkan bahawa aku berkata-kata mengikut apa yang dikehendaki Allah. Tidaklah sekali-kali aku mengira diriku sebanding dengan orang yang kamu tanya mengenainya, kerana bahawasanya aku tidak layak untuk menghurai ikatan-ikatan kasut atau tali-tali sepatu Rasulullah yang kamu namakannya sebagai Mesiyyah (Utusan) itu. Dia dicipta sebelumku dan akan datang selepasku, dia akan membawa kata-kata kebenaran dan tidak ada bagi ugamanya itu kesudahan.”
Kebanyakan teks-teks di atas dan juga kesemua teks-teks Injil Barnabas menerangkan bahawa nabi yang ditunggu itu adalah Nabi Muhammad saw yang lahir daripada keturunan Nabi Ismail as dan ugamanya akan tersebar luas lagi diikuti, sedangkan kita tidak pernah mendengar tentang ugama yang tersebar serata dunia setelah Nabi Isa as melainkan ugama Islam.

AMUKANMELAYU - Saudaraku dari Penganut Kristian, dengarkanlah PERINTAH NABI ISA yang membawa KITAB INJIL kepada kamu. Datanglah kepada ISLAM, sesungguhnya itu adalah PERINTAH dari Nabi Isa yang di utuskan oleh Tuhanya supaya kamu meninggalkan INJIL dan beriman dengan Al-Qur'an dan NABI MUHAMMAD S.A.W. Kerana Bagindan Rasullullah adalah Nabi Akhir Zaman seperti yang tercatit dalam KITAB INJIL yang asal. Jangan jadikan kamu sebagai BAHAN BOHONGAN Paderi kamu. Kami saudara Islam kamu bersedia menyambut kamu dengan nama Allah Yang Maha Besar dan Yang Menjadikan kita semua. Amin.

Tuesday, 7 January 2014

KENAPA KAMU MEMULIAKAN POPE, SEDANGKAN DIA JUGA PENGIKUT NABI ISA SEPERTI KAMU?


Daripada - Amukanmelayu
Kepada - Saudara-saudaraku dari Penganut Kristian.

Saudara,
Kebaikankan adalah impian semua orang yang beriman. Adakah anda orang yang beriman? Saya percaya yang anda adalah seorang yang beriman dengan AL-KITAB. Membuat KEBAIKAN adalah impian semua orang. Tapi kenapa masih ada orang yang jahat? Kita menjadi jahat adalah kerana kita di beri panduan oleh orang yang jahat.

Yang membezakan antara orang yang jahat dengan orang yang baik adalah amalannya. Siapakah yang perlu kita ikuti untuk menjadi idola kita dalam melakukan perkara-perkara yang baik ini? Sudah semestinyalah PEMBAWA KITAB-KITAB yang di utuskan ALLAH kepada mereka sebagai panduan untuk menjadi manusia yang baik dan beriman. Siapakah utusan Allah ini?

Mereka ini adalah Nabi-Nabi yang mendapat wahyu dari Allah dan di perintah Allah untuk menyampaikan tatahidup berugama. Kelompok yang paling ramai yang hidup berugama adalah di Barat, Asia Barat dan Asia Tenggara. Barat dan eropah di menopoli oleh Ugama Kristian, Asia barat adalah Islam dan Asia Tenggara(Nusantara) juga di monopoli oleh Islam. Bagaimana Kristian sampai di Barat sedangkan ianya berasal dari Asia Barat? Bagaimana Islam sampai ke Asia Tenggara sedang ianya bermula di Asia Barat?

Jawapan mudah kepada soalan ini adalah: PENDAKWAH. Adakah mereka ini jujur dengan dakwah mereka? Disinilah bermulanya persoalan ini.  Tidakkah mereka ini menggunakan kesempatan berdakwah ini untuk kepentingan peribadi?

Inilah yang nak Amukanmelayu ketengahkan. Jawapan kepada semua masalah ini hanya mampu di jawab dengan kejujuran dan kajian. Anda perlu mencari sendiri jawapannya. Langkah pertama adalah dengan mengkaji sendiri AL-KITAB yang menjadi pegangan anda itu. Pernahkah anda bertanya adakah ianya berasal dari salinan yang asal atau telah di ubahsuai atau di pinda. Ada berapa kitab yang asalnya? Jawapannya ada disini. Amukanmelayu membantu anda untuk mencari kebenaran. Jangan sesekali emosi dalam mencari kebenaran berugama.

Lihatlah dari asas untuk mencari kebenaran ini. Mereka cuba menyembunyikan beberapa perkara dan mengubahnya untuk kesesuaian dengan kepentingan mereka dan anda terperangkap dengan arahan mereka sedangkan dalam KITAB yang asal dari Utusan Allah itu amat jauh sifatnya dari mereka yang kononnya dapat mengampunkan dosa anda sedangkan PADERI itu juga makluk atau manusia macam anda. Lihat dalam kes babi, kenapa mereka mengubahnya dari KITAB yang asal? Lihat KAJIAN dan SEMAKAN Keatas KITAB INJIL yang di lakukan di dalam Bahasa Indonesia ini.

1. Menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Kitab Ulangan 14:7, melarang makan "kelinci", tetapi menurut Alkitab Kristen tahun 1991 dan 2001, Kitab Ulangan 14:7, diubah menjadi "kelinci hutan". Selanjutnya, menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Ulangan 14:8, haram makan "babi", tetapi menurut Alkitab tahun 1991 dan 2001, hanya "babi hutan" yang diharamkan.

2. Menurut Alkitab Kuno tahun 1928, khususnya Kitab Imamat 11:7, haram makan "babi", tetapi menurut Alkitab tahun 1991 dan 2001, Kitab Imamat 11:7, yang haram "babi hutan", sedangkan babi kampung, kota, ngepet dan babi bule, 


# PERHATIAN - Jika haram di awalnya atau di KITAB ASAL, HARAMLAH hingga ke akhir zaman. Ini kerana WAHYU dari ALLAH. Persoalannya, adakah Nabi Isa utusan Allah mengtakannya HALAL? Atau adakah Nabi Isa pernah makan daging babi tak kiralah babi hutan atau babi Bandar atau babi peliharaan. Mengubah apa jua dari kitab yang asal walau pun satu huruf maka ianya akan menjadikan sesiapa yang mengubahnya itu berdosa. Untuk itu, anda carilah SALINAN KITAB yang ASAL yang di gunakan oleh Nabi Isa Alaihissalam untuk mencari kebenaran. Jadilah seorang yang pintar dan jujur sebagai se orang yang berpegang kepada AJARAN NABI ISA.

POPE EMERITUS BENEDICT MENYEMBUNYIKAN DAN MENGKHIANATI KEBENARAN KITAB INJIL UMAT TERDAHULU, SEDANGKAN NABI ISA MINTA DI SAMPAIKAN KEPADA UMATNYA

POPE EMERITUS BENEDICT TIDAK JUJUR DAN MENGKHIANATI NABI ISA

Pandangan Sejarah :
Jika dikaji fakta sejarah, bahasa sebenarnya yang digunakan dalam Taurat  adalah Hebrew dan Injil adalah Greek. Perkataan "God" dalam bahasa Hebrew adalah "El, Eloh, Elohi dan Yahweh". 
Boleh dibuktikan menerusi :  
New Testament, in chapter 27, verse 46 of the Gospel of St. Matthew which states: 


At about three o'clock Jesus cried with a loud voice: "Eli, Eli, lama sabachthani?

 

Dalam bahasa Greek yang digunakan dalam Injil, "God" bermaksud Theos. Kesimpulannya, KALIMAH ALLAH bukanlah terjemahan sebenar bagi God dalam Taurat dan Injil.

 JELAS, POPE Berbohong lagi kepada Penganut Kristian dan melanggar amanah Nabi Isa untuk menyampaikan INJIL dengan sebenar-benarnya.

POPE EMERITUS BENEDICT MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN KITAB INJIL UMAT TERDAHULU, SEDANGKAN NABI ISA MINTA DI SAMPAIKAN KEPADA UMATNYA



Kitab Perjanjian Lama

Tidaklah dapat disangkalkan apabila Nabi Muhammad saw disebut di dalam Kitab Perjanjian Lama yang merupakan Kitab Suci bagi kaum Yahudi, secara tidak langsung ia juga menjadi bukti terhadap kaum Nasrani (Kristian) kerana mereka juga beriman dengannya dan menganggapnya sebahagian daripada kitab suci mereka. Apa yang telah dipaparkan mengenai perkhabaran-perkhabaran tentang Nabi Muhammad saw di dalam Perjanjian Lama telah cukup untuk menjadi hujah ke atas Yahudi dan Nasrani dengan serentak kerana mereka semua mempercayai bahawa ianya wahyu daripada Allah swt, kecuali mereka berusaha memalingkan maksudnya kepada sebaliknya.
Kitab Perjanjian Baru
Jika sebenar-benarnya Kamu Ikhlas sebagai Ahli Kitab(Al-Kitab) kamu tiada alasan untuk menyangkalkan yang Nabi Muhammad saw disebut banyak kali di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru(Yang Origenal) yang merupakan Kitab Suci bagi kaum Yahudi, secara tidak langsung ia juga menjadi bukti terhadap kaum Nasrani (Kristian) kerana kamu juga beriman dengannya dan menganggapnya sebahagian daripada kitab suci kamu. 

Apa yang telah dipaparkan mengenai perkhabaran-perkhabaran tentang Nabi Muhammad saw di dalam Perjanjian Lama dan Baru telah cukup untuk menjadi hujah ke atas Paderi kamu(Yahudi dan Nasrani) dengan serentak kerana Anda semua mempercayai bahawa ianya wahyu daripada Allah swt, kecuali mereka berusaha memalingkan maksudnya kepada sebaliknya(Ingkar arahan Allah).
1 - Di dalam Yuhana (15/26) berkata Isa Al-Masih mengenai Nabi Muhammad saw, ujarnya: “Sekiranya datang ‘Munhamana’ dialah orang yang Allah swt utuskan kepada sekalian kamu.”
Daku (Isa Al-Masih) membawa khabar gembira berkenaan rasul yang akan datang selepasku bernama Ahmad (As-Shaf:5)
 
Perkataan ‘Munhamana’ yang merupakan bahasa Siryani secara lafaznya bererti ‘Muhammad’. Perlu diambil perhatian bahawanya perkhabaran Nabi Isa as ini telah digugurkan daripada cetakan-cetakan baru bagi kitab Injil, tetapi ianya masih terdapat di dalam cetakan-cetakan yang lama bagi Kitab Injil.

2 - Di dalam Yuhana (4/19,20,21) perbualan seorang perempuan dengan Isa Al-Masih di mana perempuan itu berkata kepada Al-Masih: “Wahai penghuluku, aku meyakini bahawa engkau seorang nabi. Sesungguhnya datuk moyang kami telah bersujud (sembahyang) pada bukit ini, dan engkau sentiasa berkata: Sesungguhnya pada Urasyalem merupakan tempat yang mesti dilakukan sujud padanya”. Lalu Al-Masih berkata kepadanya:

 
“Wahai perempuan, percayalah kepadaku sesungguhnya akan tiba suatu masa yang mana kamu tidak lagi bersujud padanya, tidak pada bukit ini dan tidak pada Urasyalem”.

Ini merupakan isyarat Nabi Isa as berkenaan pemalingan kiblat dan ianya bertepatan dengan apa yang difirmankan oleh Allah swt yang berbunyi:
Akan berkata orang-orang bodoh dari kalangan manusia apakah yang memalingkan mereka (orang-orang yang beriman) daripada kiblat yang telah mereka berhadap ke arahnya (al-Baqarah;142)

Perkhabaran di dalam Kitab Injil Barnabas

Apa yang telah lalu merupakan isyarat-isyarat dan perkhabaran-perkhabaran yang terdapat di dalam 4 buah kitab Injil yang rasmi dan diakui di sisi kebanyakkan golongan-golongan Nasrani (Kristian). Kita tidak terdedah sehingga sekarang kepada Injil-injil yang tidak diakui oleh pihak gereja yang mana bilangannya lebih banyak, di antaranya adalah Kitab ‘Injil Barhaba’ yang terdapat di dalamnya khabar-khabar gembira mengenai Nabi Muhammad saw secara terang dan jelas. 
Kitab Injil Barnabas berusia lebih 1500 tahun yang ditemui baru-baru ini

Sesungguhnya telah didapati naskhah yang lain di Spanyol pada awal kurun ke-18 di dalam 220 muka surat yang mengandungi 222 fasal. Naskhah ini telah sampai ke tangan seorang orientalis bernama Sale, kemudiannya berpindah ke tangan Doktor Mancius yang merupakan salah seorang anggota sebuah fakulti di Oxford. Beliau lalu menterjemahkannya ke bahasa Inggeris.
Perkhabaran-perkhabaran di dalam Kitab Injil Barnaba yang menyebut tentang Nabi saw adalah seperti berikut:
  1. Di dalam Barnabas (17/22-23) Isa Al-Masih berkata: “Akan datang selepasku kemegahan sekelian nabi-nabi dan wali-wali, dia akan keluar sebagai cahaya yang menerangi kegelapan-kegelapan yang menyulubungi perkataan para anbiya’, kerana dia adalah Rasulullah (utusan Allah).
  2. Di dalam Barnabas (36/6) Isa Al-Masih berkata: “Sesungguhnya telah datang segala anbiya’ kecuali Rasulullah yang akan datang selepasku, kerana bahawasanya Allah mengkehendaki berlakunya demikian sehinggalah aku yang akan menyediakan jalannya.”
  3. Di dalam Barnaba (42/13) ketika Isa Al-Masih di tanya adakah beliau rasul yang ditunggu-tunggukan itu? Beliau menjawab dengan katanya: “Sesunguhnya mukjizat-mukjizat yang Allah lakukan ke atas dua tanganku menunjukkan bahawa aku berkata-kata mengikut apa yang dikehendaki Allah. Tidaklah sekali-kali aku mengira diriku sebanding dengan orang yang kamu tanya mengenainya, kerana bahawasanya aku tidak layak untuk menghurai ikatan-ikatan kasut atau tali-tali sepatu Rasulullah yang kamu namakannya sebagai Mesiyyah (Utusan) itu. Dia dicipta sebelumku dan akan datang selepasku, dia akan membawa kata-kata kebenaran dan tidak ada bagi ugamanya itu kesudahan.”
Kebanyakan teks-teks di atas dan juga kesemua teks-teks Injil Barnabas menerangkan bahawa nabi yang ditunggu itu adalah Nabi Muhammad saw yang lahir daripada keturunan Nabi Ismail as dan ugamanya akan tersebar luas lagi diikuti, sedangkan kita tidak pernah mendengar tentang ugama yang tersebar serata dunia setelah Nabi Isa as melainkan ugama Islam.

Eropah - Mereka Telah Menemui Kebenaran Islam, Akhlak Mulia Umat Islam Menjadi Faktor 




السلام عليكم



SELEPAS tragedi runtuhan World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001, sentimen dan fenomena Islamofobia masyarakat barat menghantui umat Islam. Laporan berita negatif selain memomokkan Islam sebagai ‘pengganas’ menyebabkan imej Islam tercalar teruk.  Beberapa serangan dan peperangan dilancarkan terutama ke atas Iraq dan Afghanistan, kononnya mahu mengembalikan keamanan dunia. 

Namun, Islamofobia terutama di Eropah sudah berubah kerana seruan serta syiar Islam bersinar di mana-mana. Jangan terkejut, jika ramai penganut Kristian dan agama lain memeluk Islam di seluruh Eropah setiap hari. Kebanyakan Muslim di Eropah bertumpu di bandar besar seperti London, Bradford di United Kingdom, Rotterdam, Amsterdam di Belanda, Paris, Perancis dan Copenhagen, Jerman.  Benarlah, jika usaha dakwah dilakukan dengan penuh ikhlas lambat laun pasti akan membuka pintu hidayah golongan yang dipilih Allah itu menjadikan Islam sebagai cara hidup.

Alhamdulillah, siapa sangka, dalam keadaan Islam di Eropah yang ditekan dan laporan berita negatif, Islam terus berkembang seperti cendawan selepas hujan. Malah, nilai sosial masyarakat tempatan mulai berubah. Fenomena penerimaan Islam di Eropah menjadi bukti kukuh Kristian semakin terancam.  Di England, beberapa gereja diambil alih pengurusannya dan dijadikan masjid. Ada kalangan masyarakatnya yang memeluk Islam kuat jihadnya berusaha mencari dana membeli tapak gereja untuk dijadikan masjid.

GEREJA TUKAR MASJID...Masjid Didsbury di Manchester antara gereja yang dijadikan masjid. 

Walaupun kerajaan Britain mengharamkan pembelian gereja kerana sedar rumah ibadat Kristian kian hilang fungsinya, ia terus memberi semangat kepada mujahid baru di Eropah. Kini, kubah masjid menenggelamkan menara gereja yang menjadi petunjuk keyakinan baru umat Islam manakala gereja semakin terbiar. Jika dulu umat Islam terpaksa menunaikan solat secara rahsia di bilik gelap di bawah bangunan kerana bimbang dicemuh dan dihalang, kini mereka bebas sembahyang di mana-mana saja tanpa gangguan.

Itu antara catatan kembara Pengarah Bahagian Dakwah, Professional Islamic Support And Nurture Group (Pisang), Ustaz Halim Din mengenai kesuburan Islam di Eropah termasuk England, Perancis, Jerman, Switzerland, Itali dan Belanda. Beliau berkata, Pisang adalah organisasi bukan kerajaan (NGO) yang berdaftar di Bicester, England bagi misi dakwah di Eropah.

“Sejak ditubuhkan pada 2008, kami menawarkan serta menyediakan perkhidmatan kepada sesiapa saja tanpa mengira agama, usia, jantina atau bangsa. “Perkembangan dan penerimaan Islam cukup memberangsangkan. Buktinya, semakin banyak masjid dibina dan setiap hari ada mengucap dua kalimah syahadah. “Di Perancis, ada 10 juta umat Islam dari 65 juta penduduknya. Lebih 2,000 masjid dibina, malah di Paris ada 300 masjid,” katanya.

Halim berkata, pelbagai pendekatan dakwah dijalankan di Perancis salah satunya ialah melalui dakwah di penjara. “Hasil dakwah bersama Presiden Pusat Tauhid Perancis, 65 peratus daripada banduan memeluk Islam. “Jika mengambil kira perkembangan positif itu, tidak mustahil sasaran menjadikan Perancis negara Islam pada 2050 akan menjadi realiti,” katanya.

Menurutnya di Belanda pertubuhan Islamnya terbukti kuat, berkesan dan lebih diyakini.

“Buktinya, pertubuhan Islam itu pernah mengutuskan surat jemputan majlis berbuka puasa ke pejabat kerajaan. Hasilnya lebih lebih 3,000 jemputan hadir. “Akhlak umat Islam yang ramah dan pekerti terpuji menambat mereka untuk mendekati dan memeluk Islam,” katanya.

Halim juga dimaklumkan pensyarah di Universiti Islam Eropah bahawa setiap minggu ramai anak gadis datang berjumpa pensyarah itu untuk berkongsi masalah. “Ramai ingin tahu rahsia keharmonian rumah tangga. Dan, di pertemuan itu, kalimah syahadah diungkapkan dan dihuraikan maknanya sehingga mereka menitiskan air mata. “Kaedah dakwah seperti menjalankan kerja amal perlu dipertingkat dan diperkemaskan lagi dalam usaha mendekati masyarakat kepada Islam,” katanya.

Malah katanya Presiden Pisang, Hamidi Abdul Rahman pernah dijemput dan ditemuramah stesen televisyen satelit Manchester, DM Digital TV pada 2008 melalui saluran Islamnya menghurai isu keganasan, pendidikan dan masyarakat. 

“Program selama setengah jam itu disertai dua wakil dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) iaitu Pengarah Institut Tamadun Islam, Prof Datuk Dr Yusof Othman dan Profesor Dr Abdul Latif Samian,” katanya. 

Menurutnya, Pisang turut mengadakan klinik bergerak bagi menjalankan pemeriksaan dan rawatan sihir dan gangguan jin di Manchester, Birmingham dan Aberdeen. “Objektif utama kami ialah menggalakkan kaedah terapi al-Quran kerana ada penyakit berpunca daripada jin. “Kami turut mengadakan khidmat kaunseling kepada masyarakat yang bermastautin di United Kingdom selain mengurus soal perkahwinan, penderaan kanak-kanak, tekanan perasaan, kemurungan, homoseksual dan lesbian,” katanya.

Katanya, Pisang turut membimbing serta menyelamatkan genius Matematik dan bekas penuntut di Universiti Oxford, Sufiah Yusof yang pernah melalui detik hitam kerana terbabit dalam aktiviti pelacuran. 

“Alhamdulillah, Sufiah kini pulih dan insaf sepenuhnya dan kini memberi motivasi kepada mereka yang datang ke Rumah Pisang,” katanya. 

Beliau berkata, sepanjang tahun ini, Pisang merancang beberapa aktiviti dakwah di Eropah, antaranya Himpunan Belia Islam SeEropah pada 2 hingga 11 Mei ini. “Kami menjangka lebih 200 peserta dari seluruh Eropah akan hadir ke program itu yang dimeriahkan dengan ceramah dan qiamullail,” katanya - rujukan: http://www.hmetro.com.my/articles/AkhlakmuliatarikandekatiIslam/Article


AMUKANMELAYU - Wahai saudaraku dari pengamal AL-KITAB....Jom kita bersaudara dalam ISLAM, anda tiada rugi apa-apa pun.........

POPE EMERITUS BENEDICT MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN KITAB-KITAB UMAT TERDAHULU


POPE EMERITUS BENEDICT TIDAK JUJUR DAN MENGKHIANATI NABI ISA

POPE EMERITUS BENEDICT MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN KITAB-KITAB UMAT DAHULU (BAH. 2)



Saringan Buah Pena Al-Ustadz Dr Ali Jumaat (Mufti Negara Mesir)

Al-Ustadz Dr Ali Jumaat (Mufti Negara Mesir)
Khabar-khabar Gembira Tentang Nabi saw di dalam Perjanjian Baru.
Kitab Perjanjian Baru merupakan baki kitab suci bagi umat Nasrani (Kristian), ia adalah bahagian yang terpenting di sisi mereka. Ia dipanggil dengan nama Injil kerana ia disandarkan kepada Nabi Isa as. Tidak beriman dengan Kitab Perjanjian Baru ini seorang pun di kalangan Bangsa Israel melainkan dari kaum Nasrani. Golongan Nasrani membahagikan Kitab Suci itu dua bahagian, Perjanjingan Lama seperti yang telah lalu dan Perjanjian Baru.


Kitab Injil Perjanjian Baru
Kitab Injil Perjanjian Baru
Injil atau Perjanjian Baru atau juga dikenali dengan himpunan risalah –risalah ini merupakan bahagian yang baru di dalam kitab suci di mana golongan Nasrani menamakan catatan-catatan sebelum zaman kebangkitan Nabi Isa as dengan panggilan Perjanjian lama dan selepas zaman kebangkitannya dengan panggilan Perjanjian Baru. Ia mengandungi 27 kitab yang mana empat kitab pertama daripadanya dipanggil kitab-kitab Injil secara rambang iaitu Matta, Marqus, luqa dan Yuhana. Andaian yang dapat kita buat berdasarkan nama-namanya jelas bahawa kitab-kitab itu ditulis oleh pengikut-pengikut setia Nabi Isa as.
Kitab Injil Perjanjian Lama
Kitab Injil Perjanjian Lama
Ianya merupakan himpunan sepuluh kitab-kitab lain yang tersebar pada awal-awal tahun masihi yang kemudiannya dibatalkan oleh perhimpunan Ugama Kristian kali pertama yang terkenal, diadakan di Nicea (Izniq sekarang) di Asia Kecil pada tahun 325 Masihi di bawah kelolaan Maharaja Kaisar Rom yang bernama Qastantien yang agung di mana telah diputuskan bahawa hanya empat buah kitab ini sahaja yang dibenarkan sebagai sandaran dan selain daripadanya diperintahkan supaya dibakar. Oleh yang demikian ianya terkenal dengan nama Injil-injil Induk atau Injil-injil di sisi undang-undang.
Kitab Injil yang disebut di dalam Al-Quran adalah lain daripada Injil-injil terbabit, tetapi yang dimaksudkan dengan Injil di dalam Al-Quran adalah wahyu asal yang diturunkan secara langsung kepada Nabi Isa as yang dikenali di kalangan orang-orang yang sezaman dengannya dengan nama di dalam bahasa Yunani sebagai “Evangelion” yang bermaksud “Khabar Gembira”.
Himpunan kitab-kitab Perjanjian Baru adalah seperti berikut:

  1. Matta
  2. Marqus
  3. Luqa
  4. Yuhana
  5. Tugas-tugas Para Utusan
  6. Risalah Paulus Kepada Rom
  7. Risalah Paulus (1) kepada Korenses
  8. Risalah Paulus (2) kepada Korenses
  9. Risalah Paulus kepada Galaty
  10. Risalah Paulus kepada Efesus
  11. Risalah Paulus kepada Piliey
  12. Risalah Paulus kepada Kolosy
  13. Risalah Paulus (1) kepada Thesaloniky
  14. Risalah Paulus (2) kepada Thesaloniky
  15. Risalah Paulus (1) kepada Themoses
  16. Risalah Paulus (2) kepada Themoses
  17. Risalah Paulus kepada Titus
  18. Rislah Paulus kepada Pilemon
  19. Risalah Paulus kepada Ibrani
  20. Risalah James
  21. Risalah Petros (1)
  22. Risalah Petros (2)
  23. Risalah Yuhana (1)
  24. Risalah Yuhana (2)
  25. Risalah Yuhana (3)
  26. Risalah Yahuza
  27. Mimpi Yuhana

Tidaklah dapat disangkalkan apabila Nabi saw disebut di dalam Kitab Perjanjian Lama yang merupakan Kitab Suci bagi kaum Yahudi, secara tidak langsung ia juga menjadi bukti terhadap kaum Nasrani (Kristian) kerana mereka juga beriman dengannya dan menganggapnya sebahagian daripada kitab suci mereka. Apa yang telah dipaparkan mengenai perkhabaran-perkhabaran tentang Nabi saw di dalam Perjanjian Lama telah cukup untuk menjadi hujah ke atas Yahudi dan Nasrani dengan serentak kerana mereka semua mempercayai bahawa ianya wahyu daripada Allah swt, kecuali mereka berusaha memalingkan maksudnya kepada sebaliknya.

Adapun perkhabaran-perkhabaran dan isyarat-isyarat mengenai Nabi saw di dalam Kitab Perjanjian Baru amatlah banyak. Sesungguhnya Nabi Isa as banyak membawa berita gembira mengenainya kerana tidak terdapat di antara Beliau dengan Nabi saw oleh nabi yang lain. Disebabkan demikian berita-berita mengenainya amat banyak sehinggakan juga terdapat di dalam Kitab-kitab Injil yang sudah diubah. Di antaranya seperti berikut:

1. Di dalam Yuhana (16/7) Isa Al-Masih berkata: “Adalah suatu yang baik bagi kamu bahawa aku akan meninggalkan sekalian kamu jauh, kerana sekiranya tidak aku pergi sesungguhnya orang yang membawa hidayat itu tidak akan mendatangi kamu, tetapi bahawasanya apabila telahku pergi, akanku utuskan beliau kepada kamu”

2. Kemudian Isa Al-Masih menerangkan sifat pembawa hidayat itu dengan katanya: “Sesungguhnya dia tidak sekali-kali mengeluarkan perkataan daripada dirinya sendiri, tetapi dia akan berkata-kata mengikut apa yang dia dengari daripada wahyu”. (Yuhana 16/3)
Ini adalah suatu yang disifatkan oleh Allah swt mengenai Nabi saw di dalam Al-Quran di mana firmanNya bermaksud:

Tidaklah ia melainkan wahyu yang diturunkan kepadanya. (An-Najm;4)

3. Di dalam Yuhana (14/16) berkata Isa Al-Masih: “Akan daku memohon daripada Bapa, dia akan mengurniakan kepada kamu semua Paracietus yang lain yang akan bersama kamu selama-lamanya”.
Perkataan Paracletus dari segi lafaznya bererti Ahmad (Yang Terpuji). Inilah adalah berbetulan dengan apa yang difirmankan oleh Allah swt yang bermaksud:

Daku (Isa Al-Masih) membawa khabar gembira berkenaan rasul yang akan datang selepasku bernama Ahmad (As-Shaf:5)

4. Di dalam Matta (11/14) berkata Isa Al-Masih: “Sekiranya kamu mahu menerima, maka inilah di Iliya yang teguh keazamannya, nanti akan tiba kedatangannya, sesiapa yang mempunyai dua telinga hendaklah dia dengar.”
Kiraan daripada jumlah huruf perkataan Iliya sama dengan kiraan jumlah perkataan Ahmad.

5. Di dalam Matta (17/11) berkata Isa Al-Masih: “Sesungguhnya Iliya akan tiba pertama kalinya dan dia akan mendatangi segala sesuatu.”

6. Di dalam Matta (21/32) Selepas Isa Al-Masih membuat perumpaan seorang tuan rumah yang menanam anggur dan menyerahkannya kepada penanam-penanam anggur, Isa Al-Masih seterusnya berkata: “Adakah tidak kamu baca di dalam kitab-kitab, sesungguhnya batu yang telah dipinggirkan oleh pembina-pembina binaan telah menjadi tapak kepada dinding-dinding bangunan daripada pihak tuhan. Ini merupakan suatu perkara yang pelik dan pelik pada mata-mata kita. Kerana demikian daku menegaskan kepada kamu, sesungguhnya kerajaan Allah akan dicabut daripada kamu dan akan diberikan kepada umat yang mengusahakan buah-buahnya. Barangsiapa jatuh ke atas batu tersebut dia akan hancur dan barangsiapa yang ditimpa batu itu dia akan binasa”.

Batu yand dimaksudkan oleh Isa Al-Masih itu merujuk kepada Nabi Ismail as yang telah dipinggirkan bersama-sama ibunya oleh Sarah (Isteri Nabi Ibrahim as). Adalah suatu perkara yang pelik di sisi BaniIsrael bahawa kerajaan Allah akan dicabut dan diberikan kepada keturunan saudara-saudara mereka iaitu bangsa Arab, sebagaimana juga merupakan perkara pelik bagi mereka bahawa Hajar (Ibu Nabi Ismail as) bukanlah seorang yang merdeka pada mula-mulanya, dia hanyalah hamba kepada Sarah. Nabi saw yang lahir daripada keturunan Nabi Ismail as itulah yang dimaksudkan dengan batu yang menjadi tapak binaan yang Allah swt reda terhadap sesiapa yang mengikutinya dan membinasakan sesiapa yang ingkar terhadapnya di dunia dan di akhirat.

7. Di dalam Yuhana (4/19,20,21) perbualan seorang perempuan dengan Isa Al-Masih di mana perempuan itu berkata kepada Al-Masih: “Wahai penghuluku, aku meyakini bahawa engkau seorang nabi. Sesungguhnya datuk moyang kami telah bersujud (sembahyang) pada bukit ini, dan engkau sentiasa berkata: Sesungguhnya pada Urasyalem merupakan tempat yang mesti dilakukan sujud padanya”. Lalu Al-Masih berkata kepadanya:

“Wahai perempuan, percayalah kepadaku sesungguhnya akan tiba suatu masa yang mana kamu tidak lagi bersujud padanya, tidak pada bukit ini dan tidak pada Urasyalem”.

Ini merupakan isyarat Nabi Isa as berkenaan pemalingan kiblat dan ianya bertepatan dengan apa yang difirmankan oleh Allah swt yang berbunyi:
Akan berkata orang-orang bodoh dari kalangan manusia apakah yang memalingkan mereka (orang-orang yang beriman) daripada kiblat yang telah mereka berhadap ke arahnya (al-Baqarah;142)
hingga firmanNya berbunyi:
Sesungguhnya kerap kali kami telah melihat engkau (wahai Muhammad) berulang-ulang mengadah ke langit, maka kami benarkan engkau berpaling menghadap kiblat yang engkau sukai. Oleh itu palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram (tempat letaknya Kaa’bah) dan di mana sahaja kamu berada maka hadapkanlah muka-muka kamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang telah diberikan Kitab (Yahudi dan Nasrani) megetahui bahawa ia adalah perintah benar dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak sekali-kali lalai terhadap apa yang mereka lakukan (Al-Baqarah;144)

8. Di dalam Yuhana (15/26) berkata Isa Al-Masih mengenai Nabi saw, ujarnya: “Sekiranya datang ‘Munhamana’ dialah orang yang Allah swt utuskan kepada sekalian kamu.”

Perkataan ‘Munhamana’ yang merupakan bahasa Siryani secara lafaznya bererti ‘Muhammad’. Perlu diambil perhatian bahawanya perkhabaran Nabi Isa as ini telah digugurkan daripada cetakan-cetakan baru bagi kitab Injil, tetapi ianya masih terdapat di dalam cetakan-cetakan yang lama bagi Kitab Injil.

9. Di dalam Yuhana (16/13) berbunyi: “Apabila tibanya ruh kebenaran itu, maka dia akan memimpin kamu kepada seluruh kebenaran kerana dia tidak mengeluarkan perkataan daripada dirinya sendiri, bahkan dia berkata-kata mengenai apa yang dia dengari dan dia akan memberitahu kamu tentang perkara-perkara yang akan berlaku.”

Perkhabaran di dalam Kitab Injil Barnabas

Apa yang telah lalu merupakan isyarat-isyarat dan perkhabaran-perkhabaran yang terdapat di dalam 4 buah kitab Injil yang rasmi dan diakui di sisi kebanyakkan golongan-golongan Nasrani (Kristian). Kita tidak terdedah sehingga sekarang kepada Injil-injil yang tidak diakui oleh pihak gereja yang mana bilangannya lebih banyak, di antaranya adalah Kitab ‘Injil Barhaba’ yang terdapat di dalamnya khabar-khabar gembira mengenai Nabi Muhammad saw secara terang dan jelas. 

Kitab Injil Barnabas berusia lebih 1500 tahun yang ditemui baru-baru ini
Kitab Injil Barnabas berusia lebih 1500 tahun yang ditemui baru-baru ini. Ia dikawal ketat oleh pihak berkuasa sebelum diserahkan kepada Muzium Etnografi Ankara, Turki dan akan dipamerkan tidak lama lagi. Artikel Lanjut Disini

Di dalamnya juga terdapat penegasan bahasa Isa Al-Masih adalah seorang hamba Allah. Di sana terdapat kitab-kitab Injil yang lain yang wujud pada kurun pertama dan ke-dua Masihi tetapi kemudiannya dibatalkan oleh pihak gereja selain Injil Barnaba.

Di antara Injil-injil tersebut:
- Injil Abyon – Injil Tujuh Puluh
- Injil Yaakub – Injil Dua Belas
- Injil Thomas – Injil Peringatan
- Injil Nicodem – Injil Ibrani
- Injil Petros – Injil Mesir
- Injil Yason – Injil Many
- Injil Marqiune. –Injil Kehidupan

Yang menguatkan kewujudan Injil Barnaba dalam usia yang lama bahawa di sana terdapat catatan surat pekeliling yang telah dikeluarkan oleh Ketua Gereja Rom yang pertama iaitu Pope Glacius, telah menduduki kerusi Ketua Gereja pada tahun 492 Masihi iaitu 79 tahun sebelum kelahiran Nabi saw., di mana Baginda dilahirkan pada 571 Masihi. Pope berkenaan telah menyenaraikan kitab-kitab Injil yang diharamkan membacanya, di antaranya ialah kitab yang dipanggil Injil Barnaba. 

Satu-satunya naskhah yang tekenal sekarang adalah naskah Itali yang terapat di dalam perpustakaan Di Raja Viena. Ia dianggap kesan sejarah yang paling berharga di mana naskhah ini mempunyai 225 muka surat yang tebal daripada kertas yang dibuat daripada kapas dan dijilid dengan kertas yang kukuk serta dibalut dengan kulit. Orang pertama yang menjumpai naskhah ini adalah Kremer, Menteri Raja Prusia sewaktu beliau menetap di Amsterdam. Beliau meminjam naskhah berkenaan pada tahun 1709 Masihi daripada perpustakaan salah seorang orang-orang kenamaan di Amsterdam. Selepas empat tahun kemudian pembesar Holand ini telah menghadiahkan naskhah terbabit kepada Prince Jugend Savoy yang berminat terhadap kesan-kesan sejarah. Naskhah ini kemudiannya berpindah bersama bahan-bahan perpustakaan Prince berkenaan ke perpustakaan di Raja Nemsa.

Barnabas Bible urdu 001 - 487x800px Barnabas Bible urdu 002 - 487x800px
Barnabas Bible urdu 003 - 514x800px Barnabas Bible urdu 003 - 514x800px
Barnabas Bible urdu 005 - 514x800px Barnabas Bible urdu 006 - 514x800px
Klik imej untuk pembesaran.
Manuskrip Injil Barnabas dalam bahasa Urdu yang menerangkan tentang Nabi Muhammad dan Islam. Lihat tanda-tanda merah dan hijau dalam manuskrip. Sumber: 4shared Document

Sesungguhnya telah didapati naskhah yang lain di Spanyol pada awal kurun ke-18 di dalam 220 muka surat yang mengandungi 222 fasal. Naskhah ini telah sampai ke tangan seorang orientalis bernama Sale, kemudiannya berpindah ke tangan Doktor Mancius yang merupakan salah seorang anggota sebuah fakulti di Oxford. Beliau lalu menterjemahkannya ke bahasa Inggeris.
Perkhabaran-perkhabaran di dalam Kitab Injil Barnaba yang menyebut tentang Nabi saw adalah seperti berikut:
  1. Di dalam Barnabas (17/22-23) Isa Al-Masih berkata: “Akan datang selepasku kemegahan sekelian nabi-nabi dan wali-wali, dia akan keluar sebagai cahaya yang menerangi kegelapan-kegelapan yang menyulubungi perkataan para anbiya’, kerana dia adalah Rasulullah (utusan Allah).
  2. Di dalam Barnabas (36/6) Isa Al-Masih berkata: “Sesungguhnya telah datang segala anbiya’ kecuali Rasulullah yang akan datang selepasku, kerana bahawasanya Allah mengkehendaki berlakunya demikian sehinggalah aku yang akan menyediakan jalannya.”
  3. Di dalam Barnaba (42/13) ketika Isa Al-Masih di tanya adakah beliau rasul yang ditunggu-tunggukan itu? Beliau menjawab dengan katanya: “Sesunguhnya mukjizat-mukjizat yang Allah lakukan ke atas dua tanganku menunjukkan bahawa aku berkata-kata mengikut apa yang dikehendaki Allah. Tidaklah sekali-kali aku mengira diriku sebanding dengan orang yang kamu tanya mengenainya, kerana bahawasanya aku tidak layak untuk menghurai ikatan-ikatan kasut atau tali-tali sepatu Rasulullah yang kamu namakannya sebagai Mesiyyah (Utusan) itu. Dia dicipta sebelumku dan akan datang selepasku, dia akan membawa kata-kata kebenaran dan tidak ada bagi ugamanya itu kesudahan.”
Kebanyakan teks-teks di atas dan juga kesemua teks-teks Injil Barnabas menerangkan bahawa nabi yang ditunggu itu adalah Nabi Muhammad saw yang lahir daripada keturunan Nabi Ismail as dan ugamanya akan tersebar luas lagi diikuti, sedangkan kita tidak pernah mendengar tentang ugama yang tersebar serata dunia setelah Nabi Isa as melainkan ugama Islam.

Perkhabaran-perkhabaran Di dalam Kitab-kitab Lain.

Bukanlah kitab-kitab umat dahulu kala hanya terbatas kepada kitab-kitab suci yang diturunkan daripada langit sahaja, bahkan termasuk di dalamnya kitab-kitab yang menjangkau usia yang lama. Diantaranya ialah kitab-kitab suci Ugama Hindu dan bilangannya amat banyak, tetapi secara umumnya ia terbahagi kepada empat bahagian:
  1. Kitab Veda, yang bererti: Pengetahuan
  2. Upanisyad
  3. Purana, yang bererti : Usia Lampau
  4. Brahmana Granat
Sesungguhnya kitab-kitab suci ini ditulis di dalam bahasa Sanskrit yang merupakan bahasa India Kuno. Tidak mengetahui bahasa ini sekarang melainkan hanya sami-sami Hindu.

Kitab Veda adalah dianggap sebagai kitab yang paling suci di antara segala kitab dan ia juga dikira sebagai kitab yang tertua di mana para ahli cendiakawan mereka berselisih pendapat mengenai tarikh penulisannya. Kebanyakan pendapat rata-rata mengatakan ianya ditulis sekitar 2000 atau 3000 tahun sebelum Masihi. Kitab Veda terbahagi kepada empat iaitu: Rig Veda, Yajur Veda, Sama Veda dan Atharva Veda.

Kitab Regweda dalam aksara Dewanagari dari abad ke-19
Kitab Regweda dalam aksara Dewanagari dari abad ke-19. - Sumber:id.wikipedia.org

Di dalam Sama Veda (2:6,8) terdapat sebutan mengenai Nabi saw secara terang-terangan di mana teks itu berbunyi: “Telah menerima Ahmad syariat ugamanya daripada tuhannya. Syariat ini keseluruhannya adalah hikmat. Sesungguhnya aku akan menerima daripadanya cahaya seperti cahaya matahari yang sempurna”.

Adapun Kitab Purana yang boleh kita terjemahkannya sebagai “Kitab-kitab Orang Dahulu Kala” disebabkan ertinya adalah “Usia Lampau”, ia merupakan kitab yang paling banyak tersebar di antara kitab-kitab suci lain. Ia membicarakan tentang cerita-cerita dongeng yang berkaitan dengan permulaan kejadian makhluk, kehidupan dewa-dewa dan raja-raja. Ia merupakan kitab yang paling banyak bilangannya, hampir empat puluh kitab semuanya.

Salah satu ilustrasi dalam kitab WarahaPurana -
Salah satu ilustrasi dalam kitab WarahaPurana - sumber:id.wikipedia.org

Di antaranya himpunan kitab yang dinamakan “Maha Purana” yang bererti Kitab Purana yang terbesar di mana ia terdiri daripada lapan belas buah kitab. Di antaranya lagi himpunan kitab yang dinamakan Upa Purana iaitu Kitab Purana tambahan atau yang kedua dan ia terdiri daripada 18 buah kitab juga. Di sana terdapat empat buah kitab yang lain, salah satu daripadanya yang akan kita perkatakan mengenainya iaitu Kitab Pahaveshia Purana yang bererti “Purana Masa Hadapan”. Kitab ini menyebut tentang Nabi Adam as dan Hawa dengan panggilan Adaman dan Haryavati dan juga tentang keturunan mereka. 

Kitab ini juga menyebut tentang Nabi Isa as dengan panggilan “Anak Tuhan” dan turut menyebut tentang Nabi Muhammad saw. Golongan Hindu menganggap bahawa teks-teks tersebut suatu pembohongan yang diadakan dan dimasukkan pada zaman Raja India bernama Akbar yang berusaha untuk menyatukan semua ugama, tetapi mereka tidak mempunyai bukti terhadap perkara itu, hanya dakwaan semata-mata. Sedangkan teks tersebut masih wujud sehingga hari ini.

Berikut adalah teks mengenai perkhabaran yang menyebut nama Nabi saw di dalam kitab Pahaveshia Purana (Barti Saraj Barap ke-3: 303 ayat yang ke-5) berbunyi:
Akan muncul Malitsyaha (seorang asing yang bukan berbangsa Hindi) sebagai guru rohani bersama pengikut-pengikutnya. Beliau dikenali dengan nama Muhammad Raja, setelah dianugerahkan Mahadeva berbangsa Arab ini pembasuhan di dalam Panjajavia dan air Janaj (penyucian daripada dosa). Sesungguhnya orang yang mempersembahkan hadiah-hadiah kepadanya menguatkan lagi kebenaran, dan aku melihatnya dengan penuh penghormatan sambil berkata:

“Aku jadikan bagi engkau segala kemuliaan, wahai kemegahan padang pasir! Wahai yang mendiami bumi Arab! Demi sesungguhnya engkau telah menghimpun kekuatan yang besar untuk memerangi syaitan dan engkau adalah terpelihara daripada musuh-musuh dari golongan Malitsyaha (orang-orang asing yang bukan berbangsa Hindi, yang dimaksudkan ialah golongan kafir Quraish). Wahai gambaran tuhan yang tertinggi dan tuhan yang terbesar! Aku adalah hamba kepadamu, pimpinlah daku seperti seorang yang tercampak diantara dua kakimu.

Sesungguhnya golongan Malitsyaha telah mengusir syaitan yang sesat (Abrahah berbangsa Habsyi) yang telahku bunuh dan akan muncul pada kali yang lain seorang yang diutuskan daripada musuh yang kuat supaya mereka dapat melihat jalan yang lurus dan supaya diberikan mereka hidayat yang diketahui melalui Muhammad yang aku berikan kepadanya gelaran Brahma. Dia seorang yang bertungkus lumus menarik golongan Bhesaji kepada jalan kebenaran.

Wahai Raja! Tidak perlu engkau pergi kepada bumi golongan Bhesaji yang jahil itu bahkan engkau menjadi sebagai seorang yang menyucikan dengan anugerahku di mana sahaja engkau berada”. Pada suatu malam dengan peraturan daripada langit akan adanya seorang lelaki yang bersangatan kuat. Di dalam rupa seorang Bhesaji dia berkata kepada Raja Yahuja: “Wahai Raja! Sesunggunya Aryadaharmak telah dicipta untuk menguasai seluruh ugama, tetapi sebagai menepati wasiat-wasiat Asywar Barmatama maka sesungguhnya aku akan menguatkan akidah yang teguh bagi golongan yang memakan daging. Sesungguhnya orang yang mengikutiku akan menjadi seorang lelaki yang berkhatan, tidak mempunyai ekor rambut (iaitu rambut yang dibuat oleh sami-sami di bahagian belakang seperti ekor) yang melepaskan janggut, lagi melakukan kebangkitan, yang melaungkan seruan kepada sembahyang dan dia akan menjadi seorang yang memakan yang halal, ia akan memakan semua jenis binatang kecuali khinzir. Mereka tidak mencari kesucian pada tempat-tempat suci tetapi mereka menyucikan diri melalui peperangan dengan memerangi umat-umat yang tidak berugama. Sesungguhnya mereka dipanggil sebagai golongan Muslimani dan aku akan menjadi sebagai penegak kepada ugama ini yang merupakan ugama bagi umat yang memakan daging.
Telah benar Allah Yang Maha Agung di mana dia berfirman:
Sesungguhnya demikian itu ada tersebut di dalam kitab-kitab orang yang dahulu kala. (As-syu’ara : 196).
Seorang pendita hindu bernama Propesor Pandit Vedaprakash Upadhyay telah mengarang sebuah buku yang diberi tajuk: ‘Penjelmaan Kalki’ dan beliau menyebut di dalamnya bahawa kitab-kitab suci mereka menyebut bahawa nama bapa “Kalki” ialah “Bhagath Vishnu” yang bermaksud: “Hamba tuhan” di mana Vishnu bererti “tuhan” dan Bhagath bererti ‘hamba’. Ini menepati nama bapa Nabi saw iaitu Abdullah (Hamba Allah), sebagaimana nama ibu Kalki pula ialah Sumanib yang bermaksud: Ketenangan, kesejahteraan atau keamanan. Ini menepati nama ibu Nabi saw iaiti Aminah. Di antara sifat-sifat Kalki ialah beliau mempunyai kuda yang boleh terbang ke permukaan langit dan ini menepati binatang Buraq, sebagaimana Kalki adalah dilahirkan dikepulauan pada hari yang ke-12. Sesungguhnya Nabi saw juga lahir pada kepulauan Arab pada hari yang kedua belas Rabiul Awal. Disebut juga bahawa makanan Kalki adalah buah tamar dan zaitun dan beliau adalah manusia yang paling benar, paling beramanah dan beliau sentiasa membawa pedang.

Sememangnya penganut-penganut Hindu menyandarkan di dalam kitab-kitab mereka kepercayaan terhadap dewa-dewa dan kepercayaan-kepercayaan karut, mereka juga mempercayai bahawa Kalki itu adalah jelmaan dewa-dewa, dia adalah yang awal dan yang akhir di mana dia adalah dewa yang sangat berkuasa, di lahirkan dari keluarga Hindu.

Tulisan ini merupakan tinjauan terhadap perkhabaran-perkhabaran gembira yang terdapat di dalam kitab-kitab suci di sisi umat-umat yang terdahulu. Semoga Allah memberi hidayat dengannya kepada mereka yang masih tidak beriman dengan Nabi kesudahan yang dijanjikan iaitu Muhammad saw dan Semoga Allah menambahkan keyakinan kepada orang-orang yang mengikutinya terhadap ugama mereka sehingga mereka akan mewarisi bumi keseluruhannya, menepati firman Allah yang berbunyi:
Supaya menjadi yakin oleh mereka yang diberikan kitab dan bertambah keimanan orang-orang yang telah beriman dan supaya tidak merasa ragu oleh orang-orang yang diberikan kitab dan orang-orang yang beriman. (Al-Mudassir : 31)
DARIPADA MAJALAH “AN-NUR AL-MUHAMMADI” Bilangan ke-4,2007M/1428H)
Keluaran : Maktabah Darul Jawamiul Kalim
Penterjemah:

Nik Mohd Shahrail Bin Nik Ibrahim
Jun 2009M / Jumada Akhir 1430H